Harapan Baru pada Stem Cell

TEKNOLOGI di dunia kedokteran berhasil mengembangkan metode penyembuhan terbaru bertajuk stem cell. Dengan terapi ini, berbagai penyakit kronis dapat disembuhkan. Seperti apa mekanismenya?
Dalam bahasa Indonesia, stem cell disebut juga sel puncak atau sel induk. Ringkasnya, stem cell adalah sel yang masih belum matang dan belum berdiferensiasi (berubah) menjadi sel atau jaringan tertentu. Nantinya, sel ini dapat bereplikasi menjadi sel yang serupa atau menjadi sel lain yang sama sekali berbeda.

Adapun di dunia kedokteran, stem cell dapat berupa sel unipoten (hanya dapat berubah menjadi satu jenis sel), multipoten (dapat berubah menjadi beberapa jenis sel), atau totipoten (dapat berubah menjadi jaringan apapun). Dengan kemampuan inilah stem cell diyakini dapat menyembuhkan sel-sel tubuh yang rusak atau hilang karena penyakit yang berat, dengan cara beregenerasi menjadi organ atau jaringan yang rusak tersebut.

Pengembangan terapi dengan stem cell membawa harapan baru bahwa penyakit-penyakit degeneratif dapat diobati, dengan sel-sel yang diperoleh dari tubuh pasien sendiri dan tidak perlu lagi mengandalkan dari donor. Kini, riset tentang stem cell tengah menjadi bintang di bidang biomolekuler. Para ilmuwan makin memperdalam ilmu tentang sel ini dengan memperbanyak riset sehingga terapi stem cell dapat diterapkan tanpa ada lagi keraguan.

Istilah stem cell sendiri pertama kali diusulkan oleh histolog Rusia, Alexander Maksimov, pada tahun 1908. Dia menyebutkan bahwa ada satu macam sel induk yang akan berkembang menjadi berbagai jenis sel darah, seperti menjadi sel darah merah, sel darah putih, dan lain-lain. Teori ini baru terbukti sekitar 70 tahun kemudian ketika stem cell tersebut ditemukan dalam sumsum tulang belakang manusia.

Sel ini ternyata dapat berdiferensiasi (berubah) menjadi tulang, tulang rawan, dan sel lemak bila sel tersebut ditransplantasikan. Sejak saat itu, riset mengenai stem cell mulai ramai dijalankan. Namun hingga saat ini stem cell yang didapat dari embrio masih menuai kontroversi karena dianggap melanggar etika. Berbagai pemuka agama yang fanatik menentang penggunaan terapi stem cell yang diambil dari embrio, karena dianggap tidak etis untuk menggunakan embrio bagi kepentingan perawatan dan eksperimental.

Kini telah dikembangkan stem cell yang diambil dari sumber-sumber lain selain embrio, yang disebut adult stem cell, seperti dari tali pusat, cairan amniotik, sum-sum tulang belakang, jaringan lemak, otak, dan gigi. Untuk tali pusat, peneliti menggunakan embrio dari bayi tabung yang gagal atau bayi yang sudah lahir. Keampuhan stem cell tali pusat bayi ini membuat bank tali pusat bayi berkembang dengan cepat.

Stem cell saat ini memang dapat diperoleh melalui tali pusat pada bayi yang baru lahir,” ujar dr Med Hardi Susanto SpOG, dokter spesialis ginekolog dari Siloam Hospitals, Kebon Jeruk dalam acara “One Day Scientific Symposium on: Advances in Stem Cell and Monoclonal Antibody” di Hotel Borobudur, Jakarta, baru-baru ini. Menurut dia, tali pusat bayi bisa dimiliki secara pribadi, di mana pemilik dapat menyimpan darah tali pusatnya dan menggunakan “tabungan” tali pusat tersebut untuk kepentingan sang pemilik sendiri. Hal ini tentu saja mengurangi sejumlah perdebatan akibat penggunaan embrio dalam pengembangan stem cell.

“Atau bahkan bisa saja bank tali pusat dapat dibuat untuk publik, sehingga lebih mudah lagi bagi publik untuk mendapatkan tali pusat yang akan digunakan sebagai obat,” tandas Hardi. Darah tali pusat, lanjut dia, dapat digunakan 100 persen oleh pemiliknya, 60 persen untuk saudara kandung, 50 persen untuk ibu kandung, 10 persen untuk ayah kandung, dan orang lain bisa menggunakannya bila HLA (Human Leukocyte Antigen) cocok dengan stem cell tersebut. Saat ini hanya sekitar 1 : 1.000 hingga 1 : 200.000 orang yang mau menyimpan darah tali pusatnya untuk kebutuhan pribadi.

Hardi menjelaskan penggunaan darah tali pusat dimungkinkan karena mengandung banyak stem cell yang disebut hematopoietic stem cells (HSCs). Hematopoietic stem cell adalah sel induk multipotent yang menimbulkan semua jenis sel darah termasuk myeloid (monosit, basofil dan makrofag, neutrofil, eosinofil, micronucleated, megakaryocytes/platelet, sel dendritik) dan garis keturunan limfoid (T-, B-sel, sel NK).

Selain dari darah tali pusat bayi, sumber lain yang biasanya dijadikan stem cell adalah sumsum tulang sumsum. Di Indonesia penggunaan stem cell yang diambil dari sumsum tulang belakang ini berhasil mengobati 15 pasien penyakit jantung di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan RS Kanker Dharmais beberapa waktu lalu.

“Sampai saat ini kondisi pasien semuanya dalam kondisi yang baik, tidak ada komplikasi sama sekali,” kata pakar kardiologi intervensi dari FKUI/RSCM Prof Dr dr Teguh Santoso SpPD, KKV, SpJP, FIHA, FACC, FESC di tempat yang sama. Cara pemberian stem cell ke jantung, terang dia, dapat melalui beberapa mekanisme seperti penyuntikan stem cell langsung dengan teknik kateterisasi jantung ke dalam pembuluh darah koroner.

Cara lain adalah dengan penyuntikan melalui kateter secara langsung ke otot jantung. “Pasien yang menggunakan stem cell kita pilih yang jantungnya sudah rusak dan terkena serangan,” ujar Teguh.

Teguh mengatakan, setelah dilakukannya operasi, stem cell dibiarkan tumbuh dan beregenerasi menjadi organ atau jaringan jantung yang rusak. “Tidak ada obat untuk menumbuhkan stem cell. Hanya saja pasien tetap diberikan obat seumur hidup untuk menjaga pembuluh darahnya agar tidak timbul frak baru. Kalau kolestorel dikasih obat agar kolesterol turun. Begitu juga kencing manis,” tuturnya.

Menurut Prof Thomas Muller MD PhD dari Insttitute for Transfusion Medicine, Medizinische Hochschule Hannover (MHH), Jerman yang juga merupakan narasumber seminar, berbagai penyakit yang dapat disembuhkan dengan stem cell antara lain berbagai jenis kanker seperti kanker payudara dan hati, penyakit jantung, kelainan darah seperti leukemia dan limphoma, penyakit gangguan autoimun, kebutaan, luka bakar, diabetes, osteoporosis, alzheimer, parkinson dan penyakit pankreas.

sumber : okezone.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: