Selama Tidur, Newborn Juga Belajar

Tidur Nyenyak Bayi

MENURUT peneliti dari Universitas Florida, tidurnya bayi baru lahir (newborn) adalah momen pembelajaran yang lebih baik dari yang diduga banyak orangtua sebelumnya. Penelitian juga mengidentifikasi newborn berisiko gangguan perkembangan, seperti autisme dan disleksia.

“Kami menemukan bentuk dasar pembelajaran dalam tidur bayi baru lahir, jenis pembelajaran yang tidak dapat dilihat dalam tidur orang dewasa,” kata Dana Byrd, salah seorang ilmuwan, seperti dikutip Times of India, Jumat (4/6/2010).

Temuan memberikan informasi berharga tentang bagaimana newborn bisa belajar begitu cepat dari dunia, ketika mereka tidur selama 16-18 jam sehari. Untuk memahami bagaimana newborn belajar saat tidur, Byrd dan rekan-rekannya menguji kemampuan newborn usia 1-2 hari dengan mengulangi nada (suara) yang diikuti oleh embusan lembut ke kelopak mata. Setelah sekira 20 menit, 24 dari 26 newborn meremas kelopak mata mereka bersamaan dengan nada yang diberikan, tanpa embusan udara.

Penelitian yang diterbitkan secara online di Proceedings of the National Academy of Sciences ini membandingkan para newborn menggunakan alat EEG dan rekaman video. Hasilnya, gelombang otak dari 24 bayi menunjukkan perubahan, menunjukkan pengukuran saraf dari memori yang ter-update.

“Sementara penelitian terakhir menemukan jenis pembelajaran dapat terjadi bila bayi bangun (tidak tidur), ini adalah studi pertama yang mengatakan mereka juga belajar, meski sedang tidur,” kata Byrd.

“Karena bayi baru lahir tidur begitu banyak, penting bahwa mereka tidak hanya menerima informasi tetapi juga menggunakan informasi dalam cara sedemikian rupa untuk memberi respons dengan tepat,” tambahnya.

Ia menegaskan, newborn tidak hanya menunjukkan bahwa mereka dapat belajar untuk memberikan respons refleks pada nada sederhana yang diberikan, tetapi juga memberikan respons pada waktu yang tepat. Pergerakan kelopak mata mencerminkan fungsi normal dari sirkuit di otak kecil, sebuah struktur saraf di dasar otak.

Kapasitas newborn untuk belajar selama tidur kontras dengan sikap beberapa peneliti yang mengatakan bahwa pembelajaran terhadap hal baru tidak terjadi pada tidurnya orang dewasa. Ia mengatakan, sifat alami pola tidur newborn bisa membantu menjelaskan alasannya.

“Pola tidur bayi baru lahir sangat berbeda dibandingkan dengan tidurnya anak-anak yang lebih tua atau orang dewasa. Mereka (orang dewasa) menunjukkan pergerakan lebih aktif di mana hati dan detak napasnya sangat berubah,” katanya.

“Mungkin keadaan tidur lebih cocok untuk memenuhi dunianya dengan cara yang memfasilitasi belajar,‚ÄĚ tambahnya.

Ia menukaskan, metode penelitian ini berpotensi menawarkan alat non-invasif yang unik untuk identifikasi awal newborn lewat struktur atypical cerebellar, khususnya pada newborn berpotensi gangguan perkembangan, seperti autisme dan disleksia.

sumber : okezone.com

shareSocial Bookmarking

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: