Stem Cell Sembuhkan Kerusakan Mata

Dunia kedokteran terus melakukan penelitian untuk memaksimalkan penggunaan sel punca untuk pengobatan.

DUNIA kedokteran  kembali menemukan  teknik terbaru stem cell bagi penderita  kerusakan mata akibat terkena bahan kimia  berbahaya.

Terapi terbaru ini tentu saja  membuat harapan baru bagi  mereka dengan yang memiliki  penglihatan tidak sempurna Ada  harapan baru bagi mereka yang  menderita kerusakan mata karena  terkena bahan kimia. Peneliti dari  Italia melaporkan pada Rabu (23/6) bahwa puluhan orang yang  buta atau menderita kerusakan  mata akibat terciprat bahan kimia  berbahaya ternyata dapat melihat  kembali atau sembuh setelah  dilakukan operasi transplantasi  stem cell (sel induk/sel punca) dari  tubuh mereka sendiri.

Hal ini merupakan salah satu  kesuksesan terbesar yang menakjubkan  untuk bidang terapi sel  yang sedang berkembang ini. Operasi  dilakukan pada 82 dari 107  mata penderita. Sebagian dari mereka, yaitu 14 orang di antaranya,  sejauh ini dapat bertahan hingga satu dekade. Satu orang pasien  malah telah mengalami kerusakan  mata berat lebih dari 60 tahun, namun kini memiliki penglihatan  mendekati normal.

“Ini adalah keberhasilan yang  menakjubkan,” kata ahli mata Dr  Ivan Schwab dari University of  California, Davis, Amerika Serikat,  seperti dikutip Associated Press. Dia menyebutkan, penelitian ini  sebagai temuan yang terlama dan  terbesar sepanjang sejarah dibanding  studi terkait kesehatan mata  lainnya.

Diketahui, transplantasi stem  cell menawarkan harapan hidup kepada ribuan orang di seluruh dunia  setiap tahun yang menderita luka  bakar akibat bahan kimia pada kornea  mereka yang berasal dari cairan  pembersih lantai atau bahan  lainnya di tempat kerja atau di rumah.

Namun, terapi ini tidak akan  membantu orang dengan kerusakan  saraf optik atau degenerasi  makula, yang melibatkan retina. Juga tidak akan bekerja pada orang  yang benar-benar buta pada kedua  matanya karena para dokter memerlukan  setidaknya beberapa jaringan  mata yang sehat untuk menjalankan  operasi transplantasi.

Dalam studi yang diterbitkan  online oleh New England Journal of  Medicine ini, peneliti mengambil  sejumlah kecil stem cell dari mata  sehat pasien, digandakan di laboratorium, lalu mulai dicangkokkan  ke dalam mata yang terbakar. Nantinya,  akan tumbuh jaringan kornea  baru untuk menggantikan sel  yang telah rusak. Karena stem cell dari tubuh mereka sendiri, pasien  tidak perlu mengonsumsi obat  anti-penolakan.

Stem cell orang dewasa telah digunakan  selama puluhan tahun untuk mengobati kanker darah seperti leukemia dan penyakit sel sabit  seperti anemia. Namun, memperbaiki  masalah seperti kerusakan  mata termasuk teknik yang relatif  baru.
Peneliti telah mempelajari  terapi sel bagi berbagai penyakit lainnya, termasuk diabetes  dan gagal jantung, dengan sukses  yang masih terbatas.

Saat ini orang-orang dengan luka  bakar mata bisa mendapatkan  kornea buatan. Prosedur yang diketahui  membawa komplikasi lain seperti infeksi dan glaukoma atau  mereka dapat menerima transplantasi  menggunakan stem cell dari mayat.

Peneliti Italia melibatkan 106  pasien yang diobati antara 1998  dan 2007. Sebagian besar kerusakan  terjadi di satu mata dan beberapa  memiliki penglihatan yang  terbatas di mana mereka hanya  bisa sedikit melihat cahaya, menghitung  jari, atau melihat gerakan  tangan. Banyak di antara mereka  sudah buta selama bertahun-tahun  dan harus gagal melakukan operasi  untuk memulihkan penglihatan  mereka.

Operasi sel ini menggunakan  sel dari limbus, pinggiran di sekitar  kornea, yang merupakan sebuah  “jendela jernih” yang menutupi  bagian berwarna dari mata. Pada  mata normal, stem cell dalam limbus  seperti pabrik, memutar terus  di antara sel-sel baru untuk menggantikan  sel-sel kornea yang mati. Ketika cedera mengganggu sel induk dan membentuk jaringan parut di kornea, maka akan mengaburkan  penglihatan dan menyebabkan  kebutaan.

Dalam penelitian di Italia ini, dokter mengeluarkan jaringan  parut di kornea lalu menaruh stem cell yang telah digandakan di laboratorium  di atas mata yang terluka. Dalam kasus di mana kedua mata rusak akibat luka bakar, sel diambil dari bagian yang paling penting  dari limbus.

Para peneliti terus mengontrol pasien selama rata-rata tiga tahun  hingga beberapa dekade. Lebih  dari tiga perempat dari mereka  kembali melihat seperti sedia kala  setelah dilakukan transplantasi.  Sekitar 13 persen dianggap sukses menjalankan  perawatan secara menyeluruh. Meskipun penglihatan mereka  meningkat, mereka masih  menderita kegelapan di kornea. Pasien dengan kerusakan yang  ringan dapat langsung melihat  dalam waktu satu sampai dua bulan.  Mereka yang cedera lebih parah  dapat membaik beberapa bulan  lagi.

“Mereka sangat bahagia. Ada yang mengatakan itu adalah  keajaiban,” kata salah satu pemimpin  studi, Graziella Pellegrini, dari  University of Modena Center for  Regenerative Medicine di Italia. “Itu bukan mukjizat. Itu hanya  teknik,” lanjutnya.

Penelitian ini sendiri sebagian  didanai oleh pemerintah Italia. Sementara itu, para peneliti di Amerika Serikat telah menguji dengan cara yang berbeda untuk menggunakan stem cell dari pasien  sendiri, tetapi itu masih pekerjaan pekerjaan tahap awal.

sumber : okezone.com

shareSocial Bookmarking

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: